Minggu, 25 Maret 2012

Perkara baru yang berhubungan dengan dosa

Kenapa melakukan perkara baru (bid’ah) atau melakukan perkara yang tidak pernah disampaikan, dicontohkan, dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berakibat bertempat di neraka ?

Apakah bersalaman setelah salam ketika sholat berjama’ah akan berakibat bertempat di neraka karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menurut kabar tidak pernah melakukannya ?

Batas sholat adalah salam. Bersalaman setelah salam ketika sholat berjama’ah, perbuatan yang tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah, hukumnya bid’ah mubah atau boleh. Pada hakikatnya bersalaman adalah perwujudan dari ucapan salam.

Imam Mazhab, Imam Syafi’i ~rahimahullah, pemimpin ijtihad kaum muslim (Imam Mujtahid Mutlak) yang bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh menyampaikan

Tanggapan Habib Muhammad Rizieq Shihab terhadap Wahhabi yang diwakilkan terhadap pemahaman Ustadz Yazid Jawaz

**** awal kutipan ****
Sampai hari ini ditengah-tengah kita masih saja terjadi sesama umat Islam saling menghujat, saling menyesatkan dan saling mengkafirkan.

Bahkan ironisnya yang sesat dianggap perbedaan biasa, yang perbedaan biasa dianggap sesat. Terbolak balik.

Hal ini kalau dibiarkan akan menjadi bibit permusuhan dan perpecahan.

Jadi jangan mimpi kita bisa bersaudara kalau

Bid'ah kok hasanah VS Sunnah kok sayyiah

Salafi : Bid'ah kok hasanah (dgn nada mengejek)..??
Aswaja : Sunnah kok sayyiah (dgn nada membalas)...??
Salafi : Di mana ada sunnah itu sayyiah (jelek) mas bro?? semua sunnah ya bagus semuanya....
Aswaja : Waduh kamu katanya ngaku ahli hadits kok gak pahama hadits berikut: